A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Kecacingan dan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak | Panduan Bunda

ARTIKEL

Kecacingan dan Dampaknya pada Tumbuh Kembang Anak

Jan 31, 2019 4:45pm

Penyakit cacingan atau kecacingan masih menjadi masalah yang cukup serius di negara kita. Kecacingan ini masih dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Kecacingan ini dapat mengenai siapa saja mulai dari bayi hingga dewasa. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan menyebutkan, prevalensi cacingan di Indonesia bervariasi antara 2,5 persen hingga 62 persen. Jumlah ini meningkat bila prevalensi cacingan dihitung pada anak usia sekolah, prevalensinya menjadi 80 persen.

 

Kecacingan dapat ditularkan melalui berbagai cara, salah satunya melalui makanan atau minuman yang tercemar telur cacing atau melalui tanah yang disebut juga soil transmited helminthiasis. Faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang terkena kecacingan antara lain higiene yang buruk, lingkungan dan pemukiman yang padat dan lembab, ketiadaan air bersih, serta sanitasi lingkungan yang jelek.

 

Cacing tersering yang ditemukan di tubuh manusia antara lain cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing tambang (Ancylostoma duodenale, Necator americanus) dan cacing kremi (Enterobius vermicularis). Kecacingan dapat menyebabkan gangguan terutama di saluran cerna, namun dapat menyebar ke seluruh tubuh. Umumnya gejala saluran cerna yang dialami adalah diare, muntah, nyeri perut, gangguan pencernaan, gatal di daerah anus (oleh cacing kremi), hingga gangguan penyerapan nutrisi dan usus buntu. Selain itu, juga dapat menyebabkan infeksi paru, anemia (kurang darah), gatal-gatal di seluruh tubuh, dan infeksi di aliran darah.

 

Bagaimana Kecacingan dapat menyebabkan gangguan Tumbuh kembang Anak?

 

Telur cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia akan berkembang menjadi cacing dewasa dan berpindah ke usus. Jumlah cacing dapat mencapai ribuan, dan akan menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi pada manusia. Selain itu cacing tersebut dapat menyerap darah dan mengakibatkan anemia. Cacing dewasa ini dapat hidup bertahun-tahun bila tidak diobati. Lama-kelamaan tubuh akan kekurangan nutrisi, dampaknya pada anak pertumbuhannya akan terhambat atau menyebabkan gagal tumbuh dan dapat menyebabkan stunting. Stunting atau perawakan pendek yang dimaksud diakibatkan karena anak kekurangan energi atau nutrisi dalam waktu yang cukup lama, bukan karena faktor lain. Anak yang stunting, akan rentan terhadap infeksi dan dapat mengalami gangguan perkembangan kognitif, selain itu anak dapat mengalami gangguan konsentrasi dalam belajar. Untuk mengatasi kecacingan ini selain memberikan obat cacing seperti albendazol, juga dengan perilaku hidup sehat.

 

Untuk mencega kecacingan, obat cacing juga dapat diberikan mulai usia 2 tahun. Pada anak yang tinggal di lingkungan yang endemik, pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program pencegahan kecacingan dengan memberikan obat cacing mulai dari balita hingga usia anak sekolah. Selain dengan obat, perlu juga diperhatikan kebersihan diri dan lingkungan agar tidak terjadi infeksi kecacingan berulang. Perilaku yang dapat mencegah kecacingan antara lain: 1. Cuci tangan pakai sabun; 2. Menggunakan air bersih untuk keperluan rumah tangga; 3. Menjaga kebersihan dan keamanan makanan; 4. Menggunakan jamban sehat; dan 5. Mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat.

 

  1. Dwinanda Aidina Fitrani, SpA

 

Tags:

Halaman